Empowering Schools to Curb Teen Misconduct: The Role of Principals and Teachers

Authors

  • Putri Madona Universitas Perkumpul Persatuan Guru Republik Indonesia Sumatera Barat
  • Waza Karia Akbar Universitas Perkumpul Persatuan Guru Republik Indonesia Sumatera Barat
  • Wibi Wijaya Universitas Perkumpul Persatuan Guru Republik Indonesia Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.61987/jemr.v4i5.1187

Keywords:

Role of the Principal, Role of Teachers, Juvenile Delinquency, School Environment

Abstract

Juvenile delinquency refers to actions that violate societal norms, rules, or laws, often stemming from unresolved conflicts and problems carried over from childhood into adolescence. In the school environment, such misconduct remains a recurring challenge for many educational institutions. This study aims to describe the roles of principals and teachers in addressing juvenile delinquency within schools. Employing a descriptive qualitative approach with a case study design, the research seeks to understand the lived experiences of research subjects, including their behaviors, perceptions, motivations, and actions. Informants were selected based on specific criteria, encompassing school administrators (principals, vice principals, and student affairs coordinators), homeroom teachers, guidance and counseling teachers, students involved in delinquent behavior, and their parents. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The findings emphasize that schools should serve not only as centers for academic learning but also as environments that foster moral and social values, equip students with essential life skills, and engage them in constructive activities that promote personal growth and responsible behavior.

References

Ahmad, B. 2018. Kebijakan Lembaga Pendidikan Dalam Menangani Masalah Kenakalan Remaja (Studi Kasus Di Smp Negeri 1 Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo).

Alwi, A. et al 2023. Pembentukan Karakter Siswa Di Lembaga Pendidikan Formal. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 18(2): 148–155. https://doi.org/10.33084/pedagogik.v18i2.5818

Barus, Z.M. 2021. Peranan Sekolah Dalam Mengantisipasi Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Undang Undang Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan (JIMEDU), 1(4): 2.

Bobyanti, F. 2023. Kenakalan Remaja. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 1(2). https://doi.org/10.57235/jerumi.v1i2.1402

Geldard, Kathryn, D.G. 2004. No TitleMembantu Memecahkan Masalah Orang Lain Dengan Cara Konseling. yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Geldard, K. 2012. Konseling Remaja: Intervensi Praktis Bagi Remaja Beresiko. yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gofar, M. 2022. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa Kelas X SMK Setia Gama Jakarta Barat Tahun Pelajaran 2021/2022. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatulah Jakarta.

Iba, Z. 2023. Teknik Pengumpulan Data Penelitian. Jurnal Keperawatan. jawa tengah: Eureka Media Aksara.

Karlina, L. 2020. Fenomena terjadinya kenakalan remaja. Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1): 147–158.

Kristina, M., Said, A. & Ayuningtias, F. 2021. Peran Layanan Bimbingan dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja (Studi Kasus di SMK Negeri 2 Pasangkayu). Jurnal Kolaboratif Sains, 4(3): 116–119. https://doi.org/10.56338/jks.v4i3.1794

Marwa, M. 2023. Kenakalan Remaja Dan Pola Asuh Orangtua Studi Kasus Di Desa Towondu Kecamatan Suli Kabupaten Luwu.

Moleong, L.J. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurfirdaus, N. & Sutisna, A. 2021. Lingkungan Sekolah Dalam Membentuk Perilaku Sosial Siswa. Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2b). https://doi.org/10.35568/naturalistic.v5i2b.1219

Rahman, J. 2021. Jenis Data Penelitian. ResearchGate, 90–97.

Sabarin, G. & Djunaidi, A. 2018. Peran Guru dan Masyarakat Sekolah Dalam Menghadapi Pengaruh Media Sosial Terkait dengan Kenakalan Remaja di SMA Negeri 1 Mauponggo. Civicus: pendidikan-penelitian-pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(2): 74–82. https://doi.org/10.31764/civicus.v6i2.676

Saputro, K.Z. 2018. Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1). https://doi.org/10.14421/aplikasia.v17i1.1362

Saryuri 2025. Identitas Di Era Maya: Pencarian Jati Diri Remaja Dalam Labirin Media Sosial. JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 02(02). https://doi.org/10.56842/jpk.v2i02.485

Siregar et al 2024. Metodologi Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif :Kajian Konsep, Desain, dan Manfaatnya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3).

Sudrajat, A. 2011. Mengatasi Masalah Siswa Melalui Layanan Konseling Individual. Yogyakarta: Paramitra Publishing.

Sugiyono 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Utami, A.C.N. 2019. Pola Asuh Dan Kenakalan Remaja. jurnal pekerjaan sosial, 2(1): 157. https://doi.org/10.24198/focus.v2i1.23131

Zulfirman, R. 2022. Implementasi Metode Outdoor Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran, 3(2): 149–150.https://doi.org/10.30596/jppp.v3i2.11758

Downloads

Published

2025-09-02

How to Cite

Madona, P., Akbar, W. K., & Wijaya, W. (2025). Empowering Schools to Curb Teen Misconduct: The Role of Principals and Teachers. Journal of Educational Management Research, 4(5), 2068–2078. https://doi.org/10.61987/jemr.v4i5.1187

Issue

Section

Articles